Tanaman Pepaya

Arti Penting Tanaman Pepaya
Salah satu tanaman yang mudah dibudidayakan di berbagai daerah khususnya di Indonesia adalah pepaya. Buah pepaya juga merupakan salah satu buah tropis yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Pengembangan pepaya sebagai komoditas hortikultura cukup prospektif karena jumlah permintaan pepaya cenderung meningkat (Kalie M & Baga 1999).
Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis. Pusat penyebaran tanaman diduga berada di daerah sekitar Meksiko bagian selatan dan Nikaragua. Abad ke-16 tanaman ini menyebar ke berbagai benua dan negara, termasuk ke Benua Afrika dan Asia yang dibawa oleh pelayar-pelayar Portugis. Pepaya merupakan tanaman buah dari famili Caricaceae. Buah pepaya tergolong buah yang digemari oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Daging buah pepaya berwarna merah atau kuning dan terasa lunak. Buah pepaya merupakan buah bermutu dan bergizi tinggi (Sastrahidayat 1991).


Tanaman pepaya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan antara lain bagian akar untuk menyembuhkan sakit ginjal, tekanan darah tinggi, dan gangguan kandung kemih. Daun pepaya memiliki rasa pahit, namun rasa pahit tersebut dapat berkhasiat bagi kesehatan (Verheij & Coronel 1997). Daun pepaya dapat berkhasiat menyembuhkan penyakit malaria, kejang perut, sakit panas, menambah nafsu makan, dan menyembuhkan penyakit beri-beri (Agromedia 2009). Getah pepaya dapat dimanfaatkan bagi manusia. Menurut Sunarjono (2005) getah yang terkandung dalam pepaya mengandung papain yang bersifat proteolitik (merombak protein), dapat digunakan sebagai pelunak daging. Papain membantu proses pencernaan makanan secara baik (Suryowihardi 2010).

Agroekologi Tanaman Pepaya
Tanaman pepaya dapat tumbuh di seluruh daerah tropis dan substropis umumnya dapat tumbuh optimal di ketinggian 200-500 m dpl dengan suhu berkisar antara 25-30 0C (Sastrahidayat 1991). Tanaman pepaya merupakan tanaman yang mirip dengan pohon, bentuk tanaman ini pada umumnya tidak bercabang, namun terdapat pula yang bercabang karena terjadi pelukaan. Tanaman tersebut mengandung getah putih pada seluruh bagiannya. Daundaunnya tersusun spiral, berkelompok dekat dengan ujung batangnya, tangkai daunnya mencapai panjang 1 m, berongga, lembaran daunnya berbentuk menjari (Verheij & Coronel 1997).
Patogen yang Terdapat pada Tanaman Pepaya
Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan, virus mosaik, bakteri dan nematoda (Sunarjono 2005). Penyakit-penyakit yang menyerang tanaman pepaya antara lain adalah busuk akar dan pangkal batang yang disebabkan Phytophthora palmivora (Butl.)  Butl., bercak daun Corynespora yang disebabkan Corynespora cassiicola (Berk. et. Curt.) Wei., bercak daun Cercospora yang disebabkan Cercospora papayae Hansf., penyakit tepung yang disebabkan Oidium caricae Noack, penyakit busuk basah yang disebabkan bakteri Erwinia papayae (Rant) Magrou, bercak cicin yang disebabkan virus Papaya ringspot virus, mosaik yang disebabkan Papaya mosaic virus, antraknosa yang disebabkan cendawan Colletotrichum gloeosporioides, dan busuk Rhizopus yang disebabkan Rhizopus stolonifer (Semangun 2004). Penyakit yang banyak ditemukan pada buah pepaya adalah busuk coklat oleh Fusarium sp. dan Phytophthora sp., antraknosa oleh Colletotrichum gloeosporioides., busuk hitam oleh Rhizopus sp., busuk kering oleh Phoma sp., dan busuk lunak oleh Botryodiplodia sp. (Sri Widadi dalam Semangun 2004). Menurut Martoredjo (2009) beberapa penyakit lain yang menyerang buah pepaya adalah bercak buah Alternaria (Alternaria alternata), penyakit bercak Guignardia (Guignardia sp.), dan penyakit busuk buah cat ungu (Erwinia herbicola).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: